Menghitung Volume Pile Cap dengan Cubicost TAS dan TRB

Pada kali ini saya akan menunjukkan melalui video mengenai bagaimana cara menghitung sebuah pile cap baik itu dengan menggunakan manual Excel dan menggunakan Cubicost TAS dan Cubicost TRB.

Data dari pile cap yang akan saya hitung, memiliki panjang 1000 mm, lebar 1000 mm, tebal 500 mm, tebal lantai kerja 25 mm, tebal pasir dipadatkan 50 mm, tulangan atas dan bawah baik horisontal maupun vertikal menggunakan D19-100.

Kuantiti yang akan saya dapatkan dari model Pile Cap tersebut adalah volume beton (m3), luas bekisting (m2), volume lantai kerja (m3), volume pasir dipadatkan (m3), volume galian (m3) dan volume pembesian (kg).

Pertama akan saya hitung secara manual dengan media Excel, saya akan memasukkan data-datanya terlebih dahulu kemudian akan saya tambahkan formula untuk mendapatkan kuantiti-kuantiti tersebut diatas.

Berikutnya akan saya coba hitung menggunakan Cubicost TAS dan Cubicost TRB. Berikut adalah langkah pengerjaannya:

  1. Buka Cubicost TAS dan Create New Project.
  2. Buat Axis Grid baru “New Orthogonal Axis Grid” dengan ukuran grid 3×3.
  3. Buka Foundation group, klik “Pile Cap” dan kemudian klik “New Rectangular Pile Cap”, point draw pile cap ini di salah satu pertemuan Axis Grid tadi.
  4. Klik pada Attribute Editor Pile Cap tadi dan rubah Section Length nya menjadi 1000 (mm), Section Width menjadi 1000 (mm) dan Height menjadi 500 (mm) dan rubah nama Pile Cap nya menjadi “P4”.
  5. Pada Foundation group, klik pada “Blinding” dan klik “New Blinding”, pada attribute editor rubah namanya menjadi “Lantai Kerja” rubah Thicknessnya menjadi 25 (mm), kemudian pada tab “Draw” pilih Arrange Pile Cap kemudian klik pada pile cap yang dibuat tadi. Rubah tampilan menjadi 3D view dan perhatikan lapisan lantai kerja tergambar (berwarna hijau) dibawah pile cap (berwarna kuning).
  6. Pada Foundation group, klik lagi pada “Blinding: dan klik “New Blinding”, pada attribute editor rubah namanya menjadi “Pasir Dipadatkan”, rubah materialnya menjadi “Lime”, kemudian rubah Thicknessnya menjadi 50 (mm), kemudian rubah Top Elevation nya menjadi “Foundation Bottom Elevation-0.025” karena diatas pasir dipadatkan ini ada lapisan lantai kerja setebal 25 mm, kemudian terakhir pada bagian Display Color rubah warnanya dari default hijau menjadi warna lain (contoh: Ungu).  Kemudian pada tab draw pilih Rectangle dan buat kotak diatas pile cap sesuai ukuran pile cap. Rubah tampilan menjadi 3D view dan perhatikan lapisan lantai kerja tergambar (berwarna hijau) dibawah pile cap (berwarna kuning). Rubah tampilan menjadi 3D view dan perhatikan lapisan pasir dipadatkan tergambar (berwarna ungu) dibawah lantai kerja (berwarna hijau) dibawah pile cap (berwarna kuning).
  7. Klik pada lapisan “Pasir Dipadatkan” tadi, pada tab “Draw” klik Auto Generate Excavation, muncul prompt “Generate Mode and Related Attribute”, rubah nilai pada “Width of Working Space (S) menjadi 0” kemudian klik OK. Disekeliling model Pile Cap, Lantai Kerja dan Pasir Dipadatkan akan muncul warna biru yang merupakan model dari Galian (Excavation).
  8. Pada tab “Quantity” klik “Calculate” dan hitung semua lantai. Setelah calculate selesai klik “View Quantity by Category”, anda akan mendapatkan rekap kuantiti dari Pile Cap (volume beton, luas bekisting, luas soffit, luas atas, jumlah, rasio); Lantai Kerja (volume beton); Pasir Dipadatkan (volume beton); Galian (volume galian; volume tanah buangan; volume room backfill, dll).
  9. Yang belum terhitung adalah volume pembesian. Pada tab “BIM Model” klik “Export Model by Floor” klik pada semua floor kemudian klik OK. Simpan file dan Simpan model sebagai file *.CUBIC.
  10. Buka Cubicost TRB kemudian Create New Project, pada tab “BIM Model” klik “Import Model” cari dan buka file *.CUBIC yang disimpan pada point nomor 9 (sembilan) tadi sampai modelnya muncul.
  11. Klik di Foundation group dan klik pada “Pile Cap”, kemudian klik pada tanda yang ditandai merah di bagian bawah Attribute Editor seperti pada gambar disamping berikut:
  12. Akan muncul pop up “Parametric Drawing”, klik dan isi menjadi “D19-100” pada Top Bar (Hori.); Top Bar (Ver.); Bottom Bar (Hori.) dan Bottom Bar (Ver.), setelah selesai klik lagi tanda pada lokasi yang sama dengan nomor 11 (sebelas).
  13. Masih Pada bagian Attribute Editor secroll ke arah bawah dan cari nomor 19 Cover Thickness didalam Group “Other Attribute” dan ganti angka (40) menjadi 30. (Asumsi selimut beton pile cap ini disemua sisi menggunakan 30 mm).
  14. Setelah selesai pada tab “Quantity” klik “Calculate” untuk semua lantai, setelah proses Calculate selesai klik pada “View Quantity by Category” disana akan didapatkan rekap tonase pembesian pile cap ini dalam satuan kilogram (kg).

 

Facebook Comments

Leave a Reply